Sosialisasi Politik

sosialisasi politik dalam keluargaDalam upaya pengembangan budaya politik maka sosialisasi politik sangat penting.   Menurut Gabriel A. Almond, sosialisasi politik dapat    membentuk, menstranmisikan, memelihara serta mengubah kebudayaan   politik suatu         bangsa, dalam bentuk penyampaian kebudayaan itu dari    generasi tua ke generasi muda.   Sarana-sarana      atau agen-agen sosialisasi politik.  Menurut Mochtar Masoed dan Colins MacAndrews, ada 6 sarana atau agen sosialisasi politik, yaitu :

a. Keluarga :  Adalah lembaga pertama yang dijumpai seseorang dalam      pembentukan nilai-nilai politik.  Anak diajar untuk membuat keputusan     bersama,     mematuhi kaidah-kaidah dimana kalau dilanggar tentunya ada        hukuman.  Dalam keluarga ditanamkan kebiasaan untuk berdialog antara      anggota       keluarga sehingga kelak diharapkan dia akan tumbuh menjadi  pribadi yang terbuka dan demokratis.

b. Sekolah :  Sekolah memberi pengetahuan pada kaum muda tentang dunia politik     dan peranan mereka di dalamnya.  Sekolah juga membangun kesadaran  pada anak  mengenai pentingnya hidup bernegara dan pentingnya cinta   tanah air.  Misalnya pelajaran PKn, sejarah.

c. Kelompok Pergulan :   Bila seseorang menyatakan akan memilih partai tertentu dalam      pemilu mungkin saja temannya akan mengikutinya atau dia sendiri akan     mengikuti temannya, atau paling tidak antara teman akan terjadi dialog   atau diskusi tentang sebuah partai politik, sehingga bila teman itu         mengidolakan tokoh atau partai tertentu boleh jadi teman yang lain akan ikut mengidolakan tokoh atau partai politik tertentu pula.

d. Tempat kerja :    Organisasi seperti sarikat kerja, serikat buruh  dapat dijadikan acuan      atau referensi dalam kehidupan politik.  Organisasi ini dapat memberikan pengalaman sosialisasi politik yang berkesan.  Misalnya buruh         menuntut kenaikan upah yang sesuai sehingga dapat mempengaruhi  keputusan pada perusahaan itu demi masa depannya. Mereka bisa   melakukan mogok dalam memperjuangkan haknya. Hal-hal semacam ini  akan berguna dalam partisipasinya dalam kegiatan politik.sosialisasi pemilu

e. Media Massa :   Media massa seperti surat kabar, majalah, radio, televisi dan internet     memegang peranan penting dalam sosialisasi politik.  Melalui      media massa      masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan informasi-informasi  tentang politik. Melalui media massa masyarakat dengan cepat    mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia politik.  Melalui   media massa ideologi Negara dapat ditanamkan kepada masyarakat.  Melalui media massa kebijakan-kebijakan politik Negara dapat diketahui  oleh masyarakat.

f. Kontak-kontak politik langsung : Kontak politik langsung adalah pengalaman nyata yang dirasakan oleh     seseorang dalam kehidupan politik.  Misalnya diabaikan oleh partainya,  bantuan dikorupsi, diculik, dan lainnya akan sangat    membekas di hati masyarakat, sehingga pengalaman tersebut akan membentuk sikap pada diri seseorang.

MEKANISME SOSIALISASI POLITIK

KampanyeCara primitive, dalam hal ini politik hanya dijadikan ajang untuk melakukan aksi-aksi primitive yang lebih mengedepankan otot, emosi, dan ambisi tanpa mau mengembangkan nalar dan intelektual politik, seperti berlomba-lomba dalam memajang bendera partai politik, baliho tokoh politik, adu massa sebanyak-banyaknya (show of  force), dll.   Kemudian dengan  iklan layanan masyarakat, melalui surat kabar, televisi, internet, Koran, brosur, dll.  serta  peran pendidikan politik, pendidikan yang diberikan oleh guru, dosen dapat membentuk masyarakat yang sadar politik.