Joko Widodo Karakter Pemimpin Masa Kini dan Masa Datang

 Pada saat menjabat walikota Solo JOKO WIDODO adalah termasuk 25 Walikota terbaik dunia versi The City Mayors Foundation, London, Inggris, dan termasuk 5 besar walikota terbaik Asia dan  kepemimpinannya sering diulas para pengamat politik di negeri jiran Malaysia.

Gubernur DKI

Gubernur DKI

Menurut Almond dan powell, orientasi individu terhadap sistem politik dapat dilihat dari tiga komponen, yaitu orientasi kognitif,  afektif, dan evaluative. Orientasi kognitif meliputi berbagai pengetahuan dan keyakinan tentang sistem politik.  Misalnya, pengetahuan seseorang mengenai sistem politik, tokoh-tokoh pemerintahan, kebijakan yang mereka ambil, syimbol-syimbol yang dimiliki oleh sistem politiknya secara keseluruhan seperti, ibukota Negara, lambang Negara, kepala Negara, batas Negara, mata uang, dll.   Orientasi afektif menunjuk pada aspek perasaan atau ikatan emosional seorang individu terhadap pemimpin atau sistem politik, sehingga seorang dapat menerima atau menolak sistem politik tertentu atau mengidolakan tokoh tertentu.   Sedangkan Orientasi evaluative yaitu penilaian moral seseorang terhadap sistem politik atau pemimpin yang telah mereka pilih terhadap kinerja atau janji politik saat berkampanye dengan menggunakan informasi dan perasaan tentang kinerja suatu sistem politik serta penilaian didasarkan pada norma-norma yang dianut dan sepakati bersama.

Bersama Rakyat DKI

Bersama Rakyat DKI

Sosok Joko Widodo sang gubernur DKI Jakarta ini telah mendapatkan dan memiliki ketiga orientasi tersebut dari warga Jakarta, dengan kata lain telah merebut dan mempesonakan hati para warga ibu kota.  Jokowi wajar mendapatkan simpati warganya disebabkan Joko Widodo tidak memiliki jarak dengan rakyat kecil sekalipun.  Hal ini terbukti dengan kunjungan beliau ke daerah kumuh, para warga miskin bahkan pada malam hari sekalipun, ia suka di lapangan untuk mengawal pembangunan untuk melihat keadaan dan pembangunan yang sedang dikerjakan dari pada di kantor .  Sifat-sifat seperti ini sangat jarang dimiliki pemimpin di negeri Indonesia ini.  Sosok yang sederhana, tegas, suka memecat bawahannya bila tidak mau bekerja untuk rakyat, suka humoris dan metal.   Disamping itu Gubernur Joko Widodo ini tidak sekedar mengumbar janji kampanye namun langsung di laksanakan sesuai dengan skala prioritas mana kepentingan rakyat yang harus lebih dulu dilaksanakan atau  dieksekusi  (istilah Beliau) maka segera direalisasikan.  Contoh pada saat kampanye Jokowi menjanjikan kartu Jakarta Pintar maka setelah menjabat alangsung direalisasikan dengan membagikan ribuan kartu Jakarta Pintar (laksana ATM) untuk biaya pendidikan warga miskin di DKI.  Jumlah dana pendidikan per siswa kurang mampu adalah Rp 240.000 per bulan, inipun sisa anggaran periode sebelumnya.

Makan di Warteg

Makan di Warteg

Apabila pemimpin itu dekat dan selalu mementingkan kepentingan rakyat, maka Insya Allah dicintai rakyatnya.  Bila sudah dicintai rakyatnya maka akan tetap dirindukan untuk menjadi pemimpin rakyat tersebut untuk periode berikutnya.  MAKA tidak perlu berkampanye Joko Widodomacam-macam dengan mengumbar janji sebab rakyat sudah pintar.  Rakyat yang pintar berkata daripada  memilih sosok yang lain yang belum tentu memmperhatikan rakyat lebih baik pilih yang sudah terbukti kepemimpinannya.  Sesuai pepatah ” Lebih baik memilih telur di tangan daripada ayam tapi masih di  awang-awang.

Banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan sang Gubernur apalagi di ibukota dengan bergudang-gudang masalah mulai sampah, banjir, macet, kejahatan.

Selamat bertugas pak Joko Widodo, sosok  anda akan menjadi inspirasi kami dan pemimpin negeri ini yang lainnya.

Situs berita http://www.politik.kompasiana.com mengulas 10 alasan bahwa Joko Widodo patut dicapreskan pada 2014-2019 demi Indonesia baru.  Simak beritanya di SINI

6 Responses

  1. e. Jika dibandingkan dengan pemerintahan berdemokrasi, sistem politik ini tidak memberi pertimbangan yang sewajar kepada suara dan kepentingan dan kemahuan rakyat- rakyat tertakluk kepada penyeksaan dan penindasan jika menentang pemerintah atau arahan, dasar dan programnya. Boleh dikatakan autokrasi adalah bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi.

  2. saya pun bangga dan termotivasi dengan cara beliau bekerja walaupun saya bukan warga jakarta….saya sangat kagum dengan sosok pak jokowi,ini akan menjadi teladanyang baik bagi bawahannya…. saya melihat pak jokowi bekerja dengan sepenuh hati,bekerja untuk melayani rakyatnya, sosok seperti ini lah yang didambakan oleh semua rakyat diseluruh belahan dunia dan saya berdoa semoga jakarta lebih baik lagiiii….amiiiiinnn…….

  3. Berbicara tentang sistem politik atau pemerintahan bererti juga merujuk kepada aspek-aspek kerajaan diklasifisakan. Bentuk kerajaan juga dipengaruhi oleh pelbagai institusi yang wujud dalam negara berkenaan. Dalam hal ini, satu-satu kajian boleh mempamerkan pelbagai bentuk. Bentuk-bentuk ini akan berubah berdasarkan fungsi sebenar yang perlu dijalankan oleh kerajaan sebagaimana yang ditentukan oleh rakyat dan pemerintahnya. Walau bagaimanapun sistem pemerintahan sesebuah negara boleh dikategorikan kepada beberapa bentuk seperti Sistem Autoritarian, Sistem Totalitarisme, Sistem Demokrasi Plebisit, Sistem Demokrasi Berperlembagaan dan beberapa sistem politik lagi. Bentuk-bentuk ini mempunyai perbezaan antara satu sama lain dan ia mempunyai perbezaan yang sangat jelas.

  4. Indonesia, ini terlalu luas bung Kholil. Jadi sanjungan anda pada Pak Jokowi jgn berlebihan utk memimpin Indonesia. Klo untuk Jakarta sih boleh-boleh saja, masyarakatnya sudah dewasa/modern, tapi dimana dengan yang tinggal pedalaman Papua. Mereka belum tersentuh kemajuan seperti di Jakarta. Dimana negara ini masih di hadapkan oleh ancaman bangsa asing dan dis-integrasi bangsa, Yg menginginkan Indonesia terpecah belah, biarpun negara2 tetangga kita kelihatan solider tetapi sebenarnya mereka adalah ancaman bagi bangsa Indonesia ( Malaysia dan Australia). Yang dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini adalah sosok yg disegani dan ditakuti, baik oleh kaum sparatis (OPM) maupun pemimpin negara-negara di dunia. Jadi menurut hemat kami sosok seperti presiden soekarno atau presiden suharto adalah pemimpin yang bisa menjamin pertahanan dan keamanan di negeri ini. Pemimpin yang Jago diplomasi di dunia internasional juga pemimpin yg bisa menumpas gerakan separatis yang merongrong kewibawaan negara Indonesia.

  5. Saya setuju bung Anton yang tegas, pintar, berwibawa memang wajib tapi kalau rakyat sengsara kan tidak juga. Bukan sanjungan tetapi ketersima saya, Paling tidak ada gambaran atau kemampuan. Pak JOKOWI ini banyak diperhatikan media luar negeri, Perkara cocok capres itu ulasan media online yaitu http://www.politik.kompasiana.com yang saya link di atas. Dan Saya bangga ke pada Jokowi walaupun saya bukan penduduk Jakarta. Saya tidak berlebihan untuk zaman dan keadaan negara kita yang sangat terpuruk dengan korupsi ini. Rakyat rindu dan menghendaki sosok yang demikian bukan hanya kepada JOKOWI saja namun untuk siapapun namun beliau itu salah satu orangnya. Indonesia luas membutuhkan pemimpin seperti itu bukan yang pemimpin yang suka berjanji saat kampanye lalu lupa janji saat bertahta. Masalah sparatis jangan asal tumpas BUNG kita tidak sendiri di dunia ini banyak negara yang memperhatikan kita yang perlu adalah pendekatan sosial budaya dalam arti diplomasi mengapa dan apa sebabnya sehingga mereka memberontak. Contoh GAM itu memberontak disebabkan ketidakadilan pembangunan oleh pemerintah pusat pada era Orde baru. Negeri aceh itu penyumbang devisa yang besar dengan sumber alamnya yang potensial tetapi kurang diperhatikan pemerintah pada saat itu. Lalu setelah reformasi terjadi pendekatan dan diplomasi sehingga ada perjanjian damai dengan pemerintah Indonesia. Aceh sekarang stutusnya OTONOMI KHUSUS. Ingat bung pemeborontak yang memperjuangkan hak ekonminya dan kesejahteraannya termasuk subjek hukum Internasional. Karena itu Petinggi GAM mengadakan perdamaian dengan pemerintah Indonesia padahal rakyatnya sendiri OK. Masalah tumpas menumpas gampang tinggal kerahkan ABRI tapi diplomasi penting. Dunia internasional selalu mengangkat isu pelangaran HAM.
    DEMIKIAN pula dengan negara tetangga misalnya Malaysia harus dipertimbangkan dari berbagai bidang misalnya menurut presiden ada sekitar 2 juta TKI legal Indonesia di Malaysia belum yang ilegal. Kalau misalnya kita akan konfrontasi dengan Malaysia kan berabe. Tegas perlu, itulah yang kita harapkan terhadap para pemimpin di negeri ini. Jadi selalu sikapi dengan kepala dan hati dingin. Siapa yang tidak panas dengan ulah Malaysia selama ini terhadap Indonesia selalu menyakitkan hati. Tetapi selalu kedepankan diplomasi dan solusi damai. Kasihan saudara kita yang mengais rezeki di sana untuk menghidupi anggota keluarga mereka.
    Yang terkhir saya tidak setuju terhadap segala bentuk sparatis karena akan menimbulkan korban dan kesengsaraan kedua belah pihak termasuk juga terhadap ulah Malaysia selama ini. Diplomasi damai selalu terdepan.
    Demikian Bung. Terima kasih atas komentarnya dan kunjungannnya ke blog ini. Salam sejahtera untuk bung.

  6. ternyata pak jokowi tidak seperti yang kita harapkan…belum berjalan satu bulan sudah menaikkan bbm semua serba kacau…belum kisruh polri-kpk gak tegas…pokoknya payah!..untung saya gak poilih dia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s