Mobil ESEMKA Harus Belajar Dari PT Dirgantara Indonesia

Beberapa bulan terakhir ini kita rakyat Indonesia sedang dibanggakan dengan prototip mobil esemka yang dirakit siswa SMK di Indonesia. Kita sebagai anak bangsa sangat berbangga hati untuk memiliki mobil nasional sendiri yang handal dan terjangkau harganya bagi rakyat.

Namun untuk diproduksi seterusnya supaya pemerintrah perlu mengkajinya dari berbagai aspek jangan asal produksi dan akhirnya tidak laku dipasaran global. Bolehlah kita mungkin mencontoh negara jiran Malaysia dengan produk mobil nasionalnya yang bernama Proton, kita tidak tahu apakah Proton juga sukses di Malaysia atau tidak alias menjadi beban negaranya. Ada perbedaan antara Malaysia dengan Indonesia, adalah kalau di Malaysia para pejabat negaranya termasuk menterinya diwajibkan menggunakan mobil proton seharga 200 jutaan sebagai mobil dinas kemeteriannya termasuk jajarannya ke bawah, sehingga alhasil rakyatpun banyak yang memilikinya sebagai suatu kebanggaan, nah untuk Indonesia apakah mau para pejabat negara ini menggunakan mobil dinas dengan harga 100 jutaan – 150 jutaan menjadi mobil dinas kenegaraan. Sedangkan para menteri atrau para pejabat Indonesia selalu mengupdate mobil dinas setiap tahun dari yang memang sudah mahal sampai semakin mahal sampai 1 milyaran rupiah untuk satu unit mobil dinas menteri. Kita salut untuk para pejabat di daerah Jawa untk menggunakan mobil ESEMKA secagai mobil dinasnya semoga hal ini diikuti oleh para pejabat yang lebih tinggi di negeri ini sehingga mobil dalam negeri ini menjadi primadona di rumahnya sendiri. Nah bila mobil besutan dalam negeri ini tidak mendapat sambutan dari rakyat secara menyeluruh maka hal ini akan menjadi beban negara. Kita perlu belajar dari PT Dirgantara Indonesia yang memproduksi pesawat terbang yang akhirnya kandas bahkan sempat pabriknya akan dijual ke asing. PT Dirgantara membebani negara sehingga dengan krisis moneter yang teradi di Indonesia mengakibatkan negara tidak mampu membiayai produksi pesawat tersebut. Bahkan pesawat yang diproduksi itu ada yang ditrukar dengan beras ketan dengan Taiwan. Bayangkan tekhnologi canggih ditukar dengan beras ketan walaupun memang nilainya sebanding tetapi itu menunjukkan bahwa pesawat itu kurang diminati pasar walaupun memang Pesawat produksi PT Dirgantara itu memiliki kwalitas diatas pesawat buatan China.

Kembali ke mobil ESEMKA sekali lagi saya amat bangga dan menghargai kreativitas anak negeri yang sangat luar biasa ini semoga mobil ini tetap dan akan menjadi kebanggaan nasional dan banyak diminati rakyat dan kualitasnya agar dapat bersanding dengan mobil produksi lainnya.

Hidup ESEMKA hidup rakyatku jayalah bangsaku..Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s