DUA JANDA PAHLAWAN, NASIBMU DI NEGERIMU

Soetarti dan Roesmini

DUA JANDA PAHLAWAN, NASIBMU DI NEGERIMU

( Potret Penghargaan Terhadap Pelaku Sejarah Bangsa Indonesia, bag. 2 )

PAHLAWAN TAK DIKENAL
Oleh: Toto Sudarto Bachtiar

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang

wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu
Dia masih sangat muda

Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata : aku sangat muda

Mbah Roesmini dan Mbah Soetarti adalah dua janda pahlawan nasional yang nasibnya masih tergantung Keputusan Mahkamah Agung, apakah perkaranya dilanjut atau tidak.  Dikeputusan pengadilan tingkat pertama ke dua beliau ini diputus bebas tanpa syarat, ini menunjukkan bahwa keadilan masih ada di negeri ini.  Beliau ini bukan tidak pernah memiliki etikat baik untuk membayar rumah yang dia telah tempati puluhan tahun bersama mendiang suaminya, namun pihak Perum Pegadaian menolaknya.

Terlepas dari itu, mengapa para janda tersebut sampai dituntut bahkan terancam masuk penjara dengan sebab rumah yang dia tempati ternyata katanya milik perum pegadaian.  Apakah pemerintah dalam menganugerahkan rumah itu tanpa prosudur seharusnya, ataukah tidak adakah dihati  kita rasa penghargaan kepada janda pahlawan apalagi beliau itu sudah sangat tua, tegakah kita melihatnya di penjara.

Memang hukum harus ditegakkan dinegeri ini, tapi hukum itu harus memprtimbangkan tiga hal, yaitu kepastian hukum, keadilan, dan kemanusiaan.  Keputusan kali ini insya Allah diterima semua pihak, itulah menurut saya keputusan yang adil.  Mudahan untuk seterusnya.  Dan kepada Mbah Roesmini dan Soetarti diberi kekuatan dan kesabaran dalam menjalani cobaan ini.  Masyarakat Indonesia bersamamu.

Mbah Roesmini dan Soetarti akan membongkar makam suaminya dan akan mengembalikan semua penghargaan kepahlawanan dan akan memakamkan mendiang suaminya di tempat kelahirannya sebagai rasa hormat beliau kepada pemerintah dan beliau merasa mendiang suaminya tidak pantas untuk menempati serta menerima penghargaan sebagai pahlawan dari pemerintah apabila nasibnya teraniaya seperti ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s