PATUNG JENDERAL BESAR SUDIRMAN AKAN DILELANG 40 MILIAR

PATUNG JENDERAL BESAR SUDIRMAN AKAN DILELANG 40 MILIAR

( Potret Penghargaan Terhadap Pelaku Sejarah Bangsa Indonesia, bag. 1 )

Mengawali tulisan saya kali ini adalah sebuah puisi yang saya tulis dua tahun silam pada pertengahan Juli 2008 karena kekaguman saya sebagai anak negeri ini terhadap Para Pejuang Bangsa, khsusnya Jenderal Panglima Besar Soedirman.

“UNTUKMU SANG JENDERAL BESAR”

Soedirman….engkau dilahirkan

Pak Dirman …engkau dipanggil

Jenderal ….pangkatmu.

Bahkan Jenderal besar kau telah dianugerahkan

Namun engkau tidak pernah mengharap semua itu..sebutan apapun walau Jenderal Besar sekalipun

Perjuanganmu, hatimu, prinsipmu, setegar batu karang tak tergoyahkan

Walaupun ragamu sakit terbungkus jubah tanda merah putih, dengan sebelah paru-parumu

Namun penjajah sangat segan ke padamu

Wahai jenderal besar…….

Dalam gerilyamu

Engkau makan sayur bening

Engkau bagian sayurnya

Anak buahmu bagian kuahnya

Wahai Jenderal Besar…….

Engkau melihat anak negeri ini menikmati kemerdekaan dengan suka cita

Perjuanganmu tidak sia-sia wahai jenderal besar…

Engau tidak pernah merasakan indahnya kehidupan hari ini..tapi itu tidak penting bagimu

Wahai jenderal besar…..

Terlau cepat engkau meninggalkan kami

34 tahun Engaku telah dipanggil pulang menghadapNya

Kami rindu kepadamu…..Doaku selalu untukmu Wahai Sang Jenderal Besar Sudirman, Jenderal kita, Jenderal Negeri ini, Yaitu Jenderal yang luar biasa

By. M. Kholil

Monumen Jenderal Soedirman

Adanya wacana pelelangan patung Jenderal Soedirman seharga 40 miliar yang disiarkan di salah satu stasiun televisi di negeri ini, bahkan pengusaha tetangga jiran Malaysia sangat berminat terhadap patung tersebut.  Dengan adanya niat seperti itu saya sebagai salah satu yang menikmati hidup atas perjuangan para pahlawan kita  merasa miris, sedih, sebab apapun bisa dijual di negeri ini sehingga patung pahlawanpun jadi komoditi yang dapat mendatangkan keuntungan yang luar biasa.

Kita sebagai penerus mereka harus mewarisi semangat perjuangan dalam kontek atau zaman kita hari ini dengan cara yang paling teori yaitu menghargai jasa para pahlawan yang kita aplikasikan dalam pembangunan negeri ini, bukan berbisnis untuk membuat patung dan menjualnya.  Kalau hal ini terjadi maka saya khawatirkan dikemudian hari akan dibuat patung-patung yang lain lalu kemudian kita jual… Itukah penghargaan kita terhadap para pahlawan kita yang telah gugur mengorbankan, harta benda, kebahagiaannya, keluarganya, bahkan jiwa raganya sekalipun.

Rumah Jenderal Soedirman

Rumah Jenderal Soedirman

Di zaman sekarang ini adapaun cara kita meneruskan perjuangan mereka adalah dengan membangun negeri ini degan melaksanakan tugas dan kewajiban kita dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab melalui bidang dan keterampilan kita masing-masing,  Misalnya bila anda jadi pejabat laksanakan amanat rakyat jangan korupsi, bila anda jadi pengusaha maka laksanakan dengan baik, bila anda jadi pendidik maka laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, bila anda pedagang jujurlah dalam berdagang, dll.

Harapan saya kepada pemerintah perhatikanlah nasib keluarganya, sebab tanpa mereka para pahlawan maka Republik Indonesia ini tak akan pernah ada.  Maka logikanya kalau Republik ini tidak ada maka kita semua tidak akan pernah hidup yang setara dengan bangsa-bangasa yang lainnya di dunia internasional, sisihkan dana untuk merawat benda-benda bersejarah.  Kita tidak akan pernah bahagia sebahagianya kita hari ini.

Tempat Tidur Sang Jenderal

Ingat Kemerdekaan ini adalah amanat para pahlawan kita, menyiakan kemerdekaaan adalah pengkhianatan terhadap bagsa dan negara, orang yang tidak bisa menjaga amanat maka agama telah menetukan hukumannya.

Tempat tidur/balai-balai dari babmbu yang sangat sederhana, namun berhati baja berbaring intirahat di balai yang terbuat dari pohon yang namanya bambu ini, pagar rumah juga dari bambu.

Tempat Minum Sang Jenderal

Tempat minum yang sangat sedrhana dan dua buah kursi kayu, jauh dari barang mewah dan kemewahan.

Tandu Sang Jenderal

Ini adalah tandu perjuangan, beliau karen kesehatannya sehingga ditandu oleh anak buahnya untuk memimpin perang gerilya, beliau tidak mau tinggal dirumah walau sedang sakit tetap pergi berjuang, tak pernah berhenti apapun kondisinya, hujan,panas, lapar, haus, sehat maupun sakit, dia selalu di medan gerilya.  Semangatnya tidak pernah sakit.

One Response

  1. tega nya dikau patung pahlawan ku mau dilelang?
    indonesia apa aja di uangkan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s