Indonesia Peringkat ke Tujuh Dunia Pengakses Internet Dengan Kata Kunci “SEX”

Peringkat pertamanya?

Walaupun kata sex tidak selalu mengarah ke konotasi pornografi, ada kalanya para  pengguna internet memasukkan kata kunci tersebut dalam rangka mendapatkan kesehatan dalam hal sexual atau untuk mencari solusi sexual yang dihadapinya.  Memang sex banyak konotasi bisa dalam rangka kesehatan, untuk mencapai kelanggengan hubungan suami-istri, atau untuk pendidikan sex, sedang mengadakan penelitian tentang sex, dll

Terlepas dari hal diatas, Indonesia adalah peringkat tujuh dunia dalam hal akses internet dengan kata kunci Sex. Tapi tidak untuk kata kunci  “Porn” atau “xxx”.  tetapi yang membanggakan  bahwa internet telah menjadi kebutuhan rakyat Indonesia, kalau kita lihat  dari 1 milyar pengguna internet, Indonesia masuk pada peringkat 14 dunia dan terbesar diantara Negara Asia Tenggara lainnya.

Sepuluh besar negara pengakses internet dengan kata kunci “Sex” , “Porn”, dan “xxx” :

Peringkat/Kata Kunci Sex porn xxx
1 Pakistan Aprika Selatan Bolivia

2

India Irlandia Chili
3 Mesir New Zeland Rumania
4 Turki Inggris Raya Equador
5 Aljazair Australia Pakistan
6 Maroko Estonia Peru
7 indonesia Norwegia Meksiko
8 Vietnam Kanada slovenia
9 Iran Kroasia Lithuania

10

Kroasia

Lithuania

Kolombia

Sumber http://irwinday.web.id/

Di Indonesia 90 % remaja termasuk anak sekolah mengakses situs porno secara tidak sengaja, sebab ada anak yang sedang mencari pelajaran di internet namun setelah di buka situs tersebut justru di sidebar situs tersebut terdapat ajakan-ajakan yang mengarah ke pornografi. Saya katakan ini karena saya sendiri pernah mendapatkan situs penyedia layanan pendidikan untuk SMP, namu setelah saya login kesitus tersebut terdapat banyak sekali link yang mengarah ke pornografi, jelas hal tersebut akan memancing anak atau remaja masih sekolah dimana dari rumah niatnya mau belajar ke internet namun terpancing dengan link-link pornografi tersebut.

Dengan jumlah pengguna internet yang besar, dimana internet sudah menjadi kebutuhan dan salah satu media belajar dan mengajar, maka pemerintah sangat berperan penting dalam mencegah sisi negative dari penyalah gunaan internet tersebut.

Menurut Staf Khusus Menkominfo, Son Kuswadi, ketika berbicara pada talk show “Internet Sehat” di Universitas Surabaya, menyatakan internet tidak perlu dihindari karena masih banyak mamfaat yang didapatkan terutama untuk pengembangan IPTEK dan pendidikan. Yang penting adalah bagaimana menciptakan filter untuk dampak negative dari internet. Negara yang telah melakukan blokkir atau filter adalah China, Arab Saudi, Eropa dan Amerika sendiri, katanya. Ia menambahkan pemerintah mengupayakan melalui payung hukum seperti UU Komunikasi, UU ITE, UU Pornografi, dan melalui Peraturan Menteri Konten Multimedia. Pemerintah juga segera membentuk Tim Internet sehat Nasional dan dapat menerima laporan masyarakat terkait penyalah gunaan internet.

Kalau memang Negara lain bisa memfilter pornografi, mengapa di Indonesia susah sekali untuk melakukan hal yang sama, terbukti sampai sekarang masih banyak situs pornografi. Bahkan berdasar survey Departemen Komunikasi dan informasi RI dari 420 ribu situs pornografi di dunia maya , 100 ribu adalah situs pornografi untuk anak-anak. Sangat memprihatinkan.

Berinternet yang sehat :

Menurut pakar tekhnologi informasi Universitas Ahmad dahlan Yogyakarta, Muclas MT menyatakan bahwa keluarga adalah kunci penting kesiapan anak-anak dalam menggunakan internet. Menurutnya walaupun ada proteksi pemerintah dengan mensesnor pornografi di internet, namun hal itu jauh lebih efektif. Dampak negative terjadi pada anak disebabkan orangtua tidak banyak mengerti tentang seluk beluk internet, khususnya damfak positifnya. Kalau berinternet tidak memiliki tujuan biasanya menyebabkan anak mengakses situs pornografi, katanya di Workshop Internet Sebagai Sumber Pembelajaran Oleh PP Aisyiyah, di gedung Muhammadiyah, Jl. KH. Ahmad Dahlan Yogyakarta. Beliau mengatakan juga “kita harus mengkondisikan bahwa masuk kesitus porno itu adalah hal yang tabu, maka komputer harus diletakkan ditempat terbuka dimana bapak dan ibu harus melihat. Ada hal yang penting diajarkan untuk anak yaitu dengan mengajari anak membuat blog, dengan blog anak akan tersibukkan dan tidak berfikir ke situs pornografi” Dengan mengelola blog di Internet juga sangat penting untuk menuangkan ilmu pengetahuan, kreatifitas menulis, menuangkan ide yang bermamfaat bagi orang lain dan kita sendiri.

Namun menurut pakar Teknologi informasi Institut Tekhnologi bandung, Ir, Fathul Wahid, M. Sc menyatakan ada empat pola pengguna internet, yaitu Busines, Instrumental, Communication, dan Recreational. Karakteristik pengakses situs porno ini biasanya banyak dilakukan oleh pemula dengan kemampuan ekonomi rendah dan tingkat pendidikan rendah.

Kesimpulan

Kata sex tidak harus pornografi atau tidak harus berkonotasi negative, kita tahu internet itu adalah perpustakaan raksasa, (Giant Liberary) jadi banyak ilmu dan informasi yang bermamfaat disana dari informasi yang menyangkut ideologi, politik, social budaya, bisnis, sampai pada masalah sex, namun juga tidak bisa kita pungkiri bahwa internet identik dengan pornografi walaupun itu adalah anggapan orang bodoh, orang yang tidak punya tujuan dalam berinternet, dan orang yang pintar atau tahu internet tapi tidak mengerti hakekat  internet.

Oleh karena itu data-data tidaklah jadi ukuran untuk memponis, sebab kita tidak pernah meneliti apa sebab dan tujuannya mengetik kata kunci sex, porn, mapun xxx, tapi bolehlah dipakai sebagai indikator untuk kita befikir lebih jauh atau untuk berbuat sesuatu supaya tidak lebih parah akibatnya bagi generasi bangsa ini.  Internet semakin hari semakain merambah kehidupan manusia termasuk Indonesia baik di rumah, bahkan sebagai media belajar yang bersifat suplemen di dunia pendidikan.  Internet semakin gampang diakses hampir di manapun dibelahan bumi nusantara ini.

Tiada lain yang lebih efektif dalam menghindari anak kita dalam mengakses internet adalah dengan mendapingi mereka atau menempatkan komputer di tempat terlihat, dan memberi peengertian serta dididik ilmu agama yang tinggi, pemampaatan internet untuk hal yang kreatif seperti blog misalnya. Itulah saya kira cara kita untuk berinternet yang sehat.

14 Responses

  1. Memang sekitar sex adalah yang paling menarik untuk di bahas….
    termasuk bisnisnya, menurut cerita bisnis sex (portitusi) adalah bisnis klasik tertua di dunia…🙂

  2. nice info, , , sukses selalu!

  3. Pendapat anda ada benarnya juga.

  4. Terima kasih atas kunjungannnya.

  5. yah ketahuan deh orang indonesia senengnya apa.;)

  6. Sobat ..namanya kok tukang colong…tapi terima kasih telah berkunjung ….Apa arti sebuah nama…blog anda alexanya tinggi …ssukses ya….salam kenal.

  7. Hmmm…. dari no 1 s.d 7 pada umumnya negara yg mayoritas penduduknya Islam ya Pak. Nauzubillah…gejala apakah ini..??

    Salam Pendidikan

  8. Saya juga sependapat dengan anda, heran kok negara mayoritas muslim, Analisa saya sementara, kalau negara islam kan sex itu tabu, makanya ada internet seperti rusa lepas dari kandangnya liar, kalau negara non muslim kan kebanyakan yang namanya sex dan sejenisnya lumrah jadi buat apa lihat gambar atau filmnya bintang sex sekalian. Salam kenal juga….Trims telah berkunung dan berkomentar.

  9. jangan aneh kang. liat aja pergaulan anak sekarang, liat juga tontonan film sekarang. apalagi film bioskom macam kain kapan perawan dsb. saya sendiri ga menyalahkan remaja yang nakal. tapi orang yang harus kita salajkan adalah peaturaan dan pengawasan yang kurang dari orang tua, pemerintah sebagai aparataur penyelenggara negara. semuanya akan kembali ke jiwa-jiwa individu itu sendiri

  10. Sangat setuju bos. Orang tua no 1 melalui penanaman nilai agama sejak dini dan norma sosial. Dan selektif bergaul di lingkungan masyarakat. Sebab ada tiga hal yang merubah karakter manusia 1. Keluarga, 2. Sekolah, 3. Lingkungan. Yg paling dominan adalah lingkungan, sebab lingkungan sanggup merubah orang baik jadi jahat dan sebaliknya. ok

  11. wah infonya bagus-bagus ..jangan lupa kunjung balik….

  12. Terima kasih atas kunjungannya. Salam kenal dari saya.

  13. Nice info, semoga kita bisa menuntun anak2 kita untuk dapat menggunakan teknologi dengan baik dan bermanfaat. Bukan untuk hal2 yang negatif….🙂
    salam kenal

  14. Ok sangat setuju dan memang begitulah seharusnya. Jangan sampai kita dipecundangai dengan hal-hakl negatif dari globalisasi. Salam mkenal kembali dan terima kasih telah berkunjung ke blog saya ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s