Kurikulum Berkarakter

Ada terdengar sayup-sayup bahwa pemerintah dalam hal ini mendikbud RI akan menciptakan sistem kurikulum nasional yang disebut kurikulum KTSP Berkarakter. Kalau ini benar maka pemegang kebijakan di dunia pendidikan di RI ini senang dan bangga membuat perubahan yaitu hanya perubahan nama dan ujung-ujungnya akan kedmbali ke sistem masa lampau. Pada 20 tahun ini sudah aringkali perubahan nama kurikulum mulai kutikulum 1974, Kurikulum 1878, Kurikulum 1984, CBSA, Kurikulum 1994, Kuriulum 2004, KBK, Kurikulum transisi 2006, dan sekarang KTSP. Lain meneteri lain orang lain kurikulum dan lain-lain.

Menurut hemat saya sebenarnya kurikulum kita di Negeri RI sudah sangat baik tinggal bagaimana manusianya terutama gurunya dilatih agar mampu memberikan hasil sesuai yang diharapkan dalam kurikulum itu sendiri sebab bagaimanapin canggih, bagusnya sistem atau kurikulum yang diterapkan tidak akan membawa hasil yang baik kalau orang yang menjadi nahkoda atau awaknya tidak mampu mengoperasikannya maka dari tu mulai aparat menteri, pejabat pendidikan di daerah terutama , paea kepala sekolah, guru harus memiliki kemampuan baik secara kompetensi maupun kemampuan profesional lainnya.

Terus terang saja banyak diantara kami para guru kurang menguasai profesi kami walaupun sudah sertifikasi, yang sertifikasi itu adalah statusnya bukan kemampuannya. Jadi pemerintah agar mengadakan pelatihan dan pengawasan ke bawah terhadap satuan pendidikan sambil mengadakan pembinaan.

Disamping itu untuk kami para pendidik dan guru yang ada dipelosok negeri ini agar diberikan fasilitas yang memadai supaya mampu bersaing seperti sekolah yang ada dikota.

Pelatihan yang kami sangat harapkan adalam peningkatan kemampuan dalam rangka penguasaan IT dan pembuatan media belajar berbasis Informasi Tekhnologi.

Kembali ke kurikulum. Kurikulum sudah dujadikan tren para menteri sehingga harus dirubah setiap 5 tahun sedangkan KTSP saja belum terlihat hasilnya. Kurikulum bnerbasis karakter ini memang sudah ada sejak CBSA dengan tiga domain atau ranah pembelaaran yaitu Cognitif, Afektif, Psycomotor, nah memalui tiga ranah inilah akan terselip karakter siswa kalau memang mau diterapkan dengan benar dan sungguh-sunguh.

Kesimpulan saya adalah bagaimanapun bagus kurikulum atau sistem pembelajaran kita tidak akan memuaskan apabila pasilitas, minat siswa, guru, dan aparat pendidik lainnya tidak memiliki kemampuan yang dimilikinya secara profesionbalisme. Jadi yang dibina dulu dengan benar dan maksimal adalah sarana dan orangnya.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.